Bentuk bangunan Rumah suku Sasak adalah bukti memiliki budaya yang cukup mapan, sehingga sampai sekarangpun bentuk bangunan juga bahannya masih dipertahankan untuk dipergunakan sebagai rumah tinggal dan bangunan untuk lumbung, tempat menyimpan hasil panen mereka.
Lomboq Mirah Sak-sak Adhi, sebutan lain dari Suku SASAK yang tertulis dalam Kitab Negara Kartha Gama, karangan Empu Nala dari Majapahit.
Bentuk rumah tradisional Lombok berkembang mulai pemerintahan Kerajaan Karang Asem (abad 17), sebagai bentuk perkawinan antara arsitektur Lombok dengan Bali.
Bahan dasar yang dipakai adalah Bambu sebagai kerangka dasar dan Alang-alang sebagai penutup atap dengan bentuk seperti gunungan. Bahan dasar yang mudah didapat dan cukup murah dibandingkan menggunakan kayu dan genteng.
Proses pengasapan dilakukan untuk memperkuat dan tahan lama dari cuaca, dan dengan bentuk atap dengan kemiringan tajam, dapat mempercepat proses penguapan pada ilalang jika basah terkena hujan, mengurangi terjadinya pembusukan karena lebih cepat kering.
Cuaca yang panas dan kering di Lombok, penggunaan alang-alang dan bambu menjadikan suasana tetap sejuk didalam ruangan, karena banyaknya pori-pori pada bahan alami tersebut, apalagi rumah adat lombok tidak menggunakan banyak jendela.
- May 1
- , 2010


