Binsari Cave
Binsari Cave
fying fox dan taman kupu-kupu di curug 7 cilember
Makanan Tradisional
Masakan Indonesia bervariasi bergantung pada wilayahnya. Sepanjang sejarah, Indonesia telah menjadi tempat perdagangan antara dua benua. Ini menyebabkan terbawanya banyak bumbu, bahan makanan dan teknik memasak dari bangsa Melayu sendiri, India, Timur tengah, Tionghoa, dan Eropa. Semua ini bercampur dengan ciri khas makanan Indonesia tradisional, menghasilkan banyak keanekaragaman yang tidak ditemukan di daerah lain. Bahkan bangsa Spanyol dan Portugis, telah mendahului bangsa Belanda dengan membawa banyak produk dari dunia baru ke Indonesia.
Penganan kecil semisal kue-kue banyak dijual di pasar tradisional. Kue-kue tersebut biasanya berbahan dasar beras, ketan, ubi kayu, ubi jalar, terigu, atau sagu. Nasi rames yang berisi nasi beserta lauk atau sayur pilihan dijual di tempat-tempat umum, seperti stasiun kereta api, pasar, dan terminal bus. Di Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya dikenal nasi kucing sebagai nasi rames yang berukuran sangat minimalis dengan harga murah, nasi kucing sering dijual di atas angkringan, sejenis warung kaki lima.
Tradisi Lisan
Kedudukan tradisi lisan sebagai bagian dari warisan budaya bangsa ditetapkan dalam Konvensi UNESCO tertanggal 17 September 2003. Sebagai bagian dari intangible cultural heritage, dikatakan bahwa “Oral traditions is important to be transmitted value things: oral traditions is going to be the source of identity for humanity in this millenium” (Konggres IFLA, Agustus 1999).
Perdapuran dan Makanan Tradisional
Angkringan adalah salah satu jenis dan bagian dari kategori Pusaka Indonesia, dengan keanekaragaman budaya masalah dapur dan makanan ikut memperkaya khasanah Indonesia.
Taman Nasional Bromo Tengger Semeru
Vote Komodo
Oraganic Restaurant - Environmental Education Center (Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup Seloliman), Desa Seliman, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur
Muara Cikaso Waterfall, Ujung Genteng